Review Film: Berpetualang ke Masa Lalu di Film Doraemon: Nobita and the Birth of Japan

 

Doraemon adalah anime yang dicintai tidak hanya mereka yang selalu mengikuti budaya pop Jepang saja. Karakter ini memang memiliki pecinta yang lebih luas dari itu. Bagi generasi yang masa kecilnya dihabiskan menonton Doraemon setiap Minggu pagi, petualangan konyol Nobita pun jadi hiburan yang menyenangkan. Maka, setiap ada film Doraemon versi bioskop, selalu banyak yang menyambutnya dengan antusias.

Doraemon: Nobita and the Birth of Japan 2016 juga merupakan film yang layak disaksikan di bioskop. Film ini adalah versi baru dari anime berjudul sama yang rilis di tahun 1989. Film tersebut memang cukup populer di masanya. Waktu itu memang versi asli Doraemon: Nobita and the Birth of Japan merupakan film Doraemon terlaris pada masanya. Setahun kemudian, film ini juga dibuatkan versi video game di Famicom setahun setelahnya dengan judul Doraemon: Giga Zombie no Gyakushū.

 

Walau versi 2016 ini sudah rilis tahun lalu, film yang berjudul asli Doraemon Shin: Nobita no Nippon Tanjō ini tetap perlu disaksikan di bioskop. Di Jepang sendiri film ini cukup laris. Film ini merupakan film terlaris Doraemon di luar Stand by Me. Film ini juga mendapat sambutan baik seperti di Turki, Tiongkok, atau juga di Hongkong. Maka, saatnya Indonesia dihibur oleh Doraemon sebelum ada rilis film Doraemon ke-37 di Maret tahun ini juga.

Versi baru dari film ke-36 Doraemon ini memang punya jalan cerita yang hampir sama dengan versi lawasnya. Kisahnya tentang petualangan Nobita dan teman-temannya ke Jepang 70.000 tahun lalu. Nobita dikisahkan ingin sekali hidup mandiri dan bebas dari orang tua dan kewajiban untuk sekolah. Ternyata, di masa itu ada penyihir jahat bernama Gigazombi yang punya kekuatan luar biasa. Dengan benda-benda ajaib Doraemon, mereka pun berusaha mengalahkan Gigazombi yang juga menyandera suku tradisional di masa itu.

 

Jika dibandingkan dengan versi 1989, film ini kelihatan berbeda dari segi visual. Meski sama-sama 2D, Doraemon baru dikemas dengan teknologi yang baru. Visualisasinya juga dibuat lebih wah. Di versi baru, penonton disajikan gambar indah Jepang di era lampau yang diimajinasikan dengan cukup bagus. Dibandingkan dengan versi lama, versi 2016 ini memiliki tonewarna yang lebih cerah.

Kembali membandingkan dengan versi lama, di versi baru ini juga memiliki plot yang dibuat lebih seru. Beberapa adegan baru ditambahkan, yang membuat petualangan terlihat lebih banyak aksi. Meski begitu, film ini tetap menampilkan adegan lucu khas Doraemon. Jika ingin melihat lagi kekonyolan Nobita, maka film ini bisa memenuhi kerinduan tersebut.  Tingkah polah Nobita yang bodoh dan jenaka masih jadi kekuatan, seperti serial Doraemon yang biasa disaksikan.

Film ini sendiri memiliki plot yang amat sederhana. Kisahnya seperti serial Doraemon yang dibuat lebih panjang. Bagi yang terkesan dengan Stand by Me, film Doraemon yang rilis 2014, belum tentu akan puas dengan film ini. Namun, jika hanya berharap nonton film Doraemon yang ringan dan seru, film cukup memenuhi ekspektasi. Seperti umumnya film Doraemon, di sini juga disajikan benda-benda canggih yang dimiliki Doraemon untuk bisa hidup di zaman dulu dan juga melawan Gigazombi.

Doraemon: Nobita and the Birth of Japan 2016 merupakan pilihan film yang layak untuk disaksikan di bioskop. Bagi yang ingin membawa anak atau saudara yang masih kecil, film ini juga pas untuk ditonton mereka. Untuk versi bioskop, film ini tidak disulihsuarakan. Jadi, memang bergantung pada teks Bahasa Indonesia, kecuali kamu lancar menguasai bahasa Jepang. Namun, tentang saja, adegan-adegannya cukup mudah dicerna. Nah, buat yang kangen petulangan Nobita bersama Doraemon, silahkan simak Doraemon: Nobita and the Birth of Japan 2016 di bioskop.