Galih dan Ratna

February in Love memang sudah berakhir, namun buihnya masih akan terasa di layar bioskop Indonesia. Sebut saja pelakunya, film Galih dan Ratna. Film ini merupakan remake film Gita Cinta dari SMA (1979) yang diadaptasi langsung dari novel dengan judul yang sama oleh Eddy D. Iskandar. Mengandalkan sentuhan tangan sutradara yang berbeda, Lucky Kuswandi membawa Refal Hady dan Sheryl Sheinafia sebagai the new of Galih dan Ratna di generasi millennials.

Cerita bermula dari Ratna (Sheryl Sheinafia), gadis berbakat asal Jakarta yang mau tidak mau, harus tinggal satu atap bersama tantenya, Tantri (Marissa Anita) di kota Bogor, dengan alasan sang Ayah (Hengky Tornado) memfokuskan dirinya pada tugas dinas di luar negeri. Bukan hanya itu saja, Ratna harus siap menjajaki babak baru di sekolah barunya yang mempertemukan ia dengan sosok Galih, pria asli Bogor yang hidup dengan bayang-bayang almarhum ayahnya dan tuntutan sang ibunda (Ayu Dyah Pasha) untuk mengutamakan pendidikan. Padahal Galih memiliki keinginan terpendam untuk mengurusi toko kaset milik almarhum ayahnya yang mulai bangkrut akibat persaingan dunia digital.

Berawal dari pandangan pertama, menimbulkan rasa penasaran Ratna akan sosok Galih dengan tipikal cowok cool yang berprestasi. Sampai pada satu momen saat Galih dan Ratna bertatap muka efek ketertarikannya dengan walkman yang sedang didengarkan Galih di belakang sekolah. Galih tanpa ragu membiarkan Ratna mendengarkan mixtape pemberian ayahnya. Berkat pertemuan sederhana inilah yang menjadikan Ratna semakin penasaran dengan Galih, yang mempertemukannya kembali di toko kaset milik almarhum ayah Galih, Nada Musik. Lembar demi lembar kisah sepasang remaja millenials ini pun semakin hidup dan berkembang hingga pada ending cerita.

Film ini memang mengangkat anak-anak remaja millenials yang tumbuh dalam rasa penasaran, aktif, punya hasrat dan semangat yang tinggi dalam mencapai tujuan, dan digitalisasi. Namun, film ini sepertinya malah membawa kita balik ke era jadul. Misalnya saja, mixtape. Seperti tidak mau dilupakan, alat ini malah ditampilkan sebagai ikon utama dalam film yang ditulis oleh Fathan Todjon & Lucky Kuswandi. Dengan tujuan menyampaikan pesan atau informasi, mixtape ala millennials di film Galih dan Ratna disebut sebagai cara ‘romantis’ menembak gebetan. Seperti halnya surat cinta, namun dalam bentuk list lagu pilihan serasi dengan apa yang ingin hati ungkapkan. Hmm.. keren sih! Tapi rasa-rasanya untuk di abad sekarang, siapa ya yang mau dan masih mendengarkan mixtape?

 

Film remake yang berbeda

Sebagai pemain baru di dunia perfilman, Refal Hady memiliki kesempatan besar untuk menorehkan prestasi di perfilman Indonesia. Sayangnya Refal masih belum bisa memperkuat karakter Galih yang harusnya cool dan misterius, karena ada kalanya pada beberapa adegan, Galih malah terlihat layaknya pria millenials pada umumnya.

Berbeda dengan Sheryl, karakter yang ia mainkan pas porsinya sesuai dengan karakter Ratna yang millennials. Didukung oleh pemain-pemain baru seperti Rain Chudori, Stella Lee, Agra Piliang dan Anneqe Bunglon, film ini mampu menampilkan gradasi remaja sekarang. Misalnya yang ingin tampil eksis dengan followers social media yang banyak, gampang jatuh cinta, berpenampilan nyentrik, sok jagoan dan lainnya yang bisa kalian tonton sendiri dalam filmnya. Karakter pendukung ini turut membawa suasana komedi dengan takaran yang pas juga. Jadi, tidak melulu tentang cinta.

Pemeran Tantri, tante Ratna yang dibawakan oleh Marissa Anita, cukup menarik perhatian. Karakternya yang selalu hepi benar-benar membawa kita terbawa hepi waktu melihatnya. Lebih-lebih lagi style kekiniannya yang tidak mau kalah dengan Ratna. Menarik. Dan Tantri memang sangat mendukung sekali kedua karakter Galih dan Ratna. Tanpanya, karakter Galih dan Ratna takkan terbangun dan berkembang.

Kalian juga akan terkejut dengan sepasang cameo yang pernah memerankan Galih dan Ratna di film pendahulunya yaitu Rano Karno dan Yessy Gusman yang hadir di awal film. Layaknya pembuka film yang ingin menerangkan bahwa ada cerita Galih dan Ratna lain di era yang berbeda.

Seperti yang kita tahu film drama remaja ini adalah film remake tahun 1979. Bagi yang belum menonton, sebaiknya jangan berprasangka bahwa film Galih dan Ratna kali ini memiliki cerita yang sama dengan film Gita Cinta dari SMA. Terlihat banyak perbedaan yang bakal kamu temukan. Memang memiliki inti cerita yang persis dan klise, tapi disajikan dengan cara yang berbeda. Sedari judul saja sudah tidak menggunakan judul lama, lebih fokus pada nama tokoh si pria dan si wanita. Selain ceritanya, karakter-karakter pendukung yang ditunjukkan pun juga banyak yang diubah.

Bisa jadi ini adalah trik dari sutradara untuk memberikan sentuhan baru dalam film ini agar menyesuaikan dengan zaman, siapa tahu bisa memberikan inspirasi bagi siapapun yang merasakan cinta pada pandangan pertama.

Buat kamu yang penasaran dengan film Galih dan Ratna, film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 9 Maret 2017. Book tiketnya di BookMyShow dan gunakan kode voucher GALIHRATNA untuk menikmati promo Beli 1 Gratis 1.

James McAvoy on Split

I think we can all agree M. Night Shyamalan made some great movies to start his career and then went through a bit of a rough patch. Thankfully, his newest film,Split, is a return to form and something you want to see as soon as possible so the various twists and turns can’t be spoiled. Trust me…see this soon.

If you’re not familiar with the film, Split puts Shyamalan squarely back in psychological thriller mode. The film stars James McAvoy as Kevin, a man who abducts three teenage girls (Anya Taylor-JoyHaley Lu Richardson and Jessica Sula) who suddenly realize that Kevin is one of 23 personalities displayed by McAvoy’s character, who suffers from a severe case of Multiple Personality Disorder. But as we learn over the course of the film, there is a 24th identity that threatens to emerge. That identity is “the beast”, and it hungers for the flesh of the clean and the unbroken as “sacred food”. The film also stars Betty Buckley as Kevin’s psychiatrist. For more on Split, you can click here to read Haleigh Foutch’s review.

james-mcavoy-split-image

Image via Universal

At the recent New York City press day I sat down with James McAvoy for a video interview. He talked about how he prepared for the role, how he wasn’t sure they could pull it off when he first read the script, how playing Kevin was like performing on stage, and more. In addition, he called John Wick co-director David Leitch’s new film The Coldest Citya thriller set in the world of MI6 agents in Berlin that stars Charlize Theron, “crazy punkish…out there…crazy.”

Check out what he had to say in the video above and below is exactly what we talked about followed by the synopsis and recent Split trailer.

James McAvoy:

  • How I first interviewed him 10 years ago for Starter for 10.
  • The way he landed the role.
  • His reaction to reading the script and how he wasn’t sure they could pull it off. He figured it would either be awesome or a disaster.
  • On how the role was like getting to perform on stage.
  • How he prepared for the role.
  • Calls The Coldest City “crazy punkish…out there…crazy.”

Here’s the official synopsis for Split:

While the mental divisions of those with dissociative identity disorder have long fascinated and eluded science, it is believed that some can also manifest unique physical attributes for each personality, a cognitive and physiological prism within a single being.

 

Though Kevin (James McAvoy) has evidenced 23 personalities to his trusted psychiatrist, Dr. Fletcher (Betty Buckley), there remains one still submerged who is set to materialize and dominate all the others. Compelled to abduct three teenage girls led by the willful, observant Casey (Anya Taylor-Joy, The Witch), Kevin reaches a war for survival among all of those contained within him—as well as everyone around him—as the walls between his compartments shatter apart.

Pengertian Makanan Sehat dan Bergizi bagi Tubuh Anda

Pengertian makanan sehat memang bermacam-macam di mata masyarakat, mulai dari yang menilai berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsi hingga jumlah dan cara pengolahan makanan tersebut. Pengertian makanan sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi yang seimbang dan mengandung berbagai zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seseorang untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Sejak kecil anda pasti pernah mendengar istilah makanan 4 sehat 5 sempurna yang merupakan acuan bagaimana mengatur pola makan anda setiap hari.

Saat ini istilah 4 sehat 5 sempurna sudah jarang digunakan dan mulai diganti dengan bentuk piramida atau tumpeng makanan sehat dimana disana dijelaskan mengenai pengaturan pola makan dan juga pola hidup yang sehat. Untuk itu di dalam artikel ini kita akan membahas tentang pengertian makanan sehat dilihat dari anjuran bagaimana mengkonsumsi makanan sehat baik jenis maupun jumlahnya berdasarkan piramida atau tumpeng makanan sehat di negara kita.

Pengertian Makanan Sehat, Anjuran Makan Berdasarkan Piramida Makanan Sehat

Piramida atau tumpeng makanan sehat merupakan sebuah cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mengajarkan bagaimana cara mengatur pola makanan seseorang agar sesuai dengan pengertian makanan sehat. Dengan mengikuti pola yang disajikan dalam bentuk piramida makanan ini kita dapat melakukan gaya hidup sehat secara sederhana. Mari kita simak pembahasannya berikut ini!

  • Baris pertama/dasar : 8 gelas air putih.

Anjuran pola makan yang pertama ditekankan dalam piramida atau tumpeng makanan sehat adalah pentingnya mengkonsumsi air putih. Dengan mengkonsumsi air putih yang cukup setiap hari kita akan mendapatkan banyak manfaat yakni dapat membantu agar tubuh kita tidak kekurangan cairan.

Selain itu kita juga bisa mengontrol asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan banyak mengkonsumsi air putih dan bagi wanita air putih dapat membuat kulit anda semakin kencang dan segar secara alami. Mudah bukan? Berdasarkan  pengertian makanan sehat yang ditunjukkan dalam piramida makanan, jumlah minimal air putih yang harus kita konsumsi setiap hari adalah 2 liter atau setara dengan 8 gelas.

  • Baris kedua : karbohidrat.

Selanjutnya anjuran pola makan berdasarkan piramida atau tumpeng makanan sehat adalah makanan-makanan sumber karbohidrat. Karbohidrat merupakan salah satu jenis makanan sumber energi yang baik bagi tubuh, dengan mengkonsumsi karbohidrat yang cukup setiap hari kita akan memiliki energi untuk menjalankan aktivitas harian dengan baik.

Perlu kita perhatikan bahwa dalam piramida makanan, sumber karbohidrat berada pada baris kedua sehingga kebutuhan akan jenis makanan ini lebih besar dibandingkan dengan jenis makanan lain. Yang termasuk dalam jenis makanan sumber karbohidrat adalah nasi, kentang, umbi-umbian, mie (termasuk bihun), jagung, dan berbagai produk tepung seperti biskuit serta roti. Konsumsi karbohidrat sebagai makanan pokok yang dianjurkan berdasarkan piramida makanan sehat adalah sebanyak 3-8 porsi setiap harinya.

  • Baris ke-tiga : buah dan sayuran.

Anjuran pola makan berdasarkan piramida atau tumpeng makanan di baris ketiga adalah konsumsi sayuran dan buah yang cukup. Sayuran dan buah-buahan berada pada satu tingkat karena memang kandungan kedua jenis makanan ini hampir serupa. Hampir seluruh sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral dan serat yang baik bagi tubuh. Konsumsi sayuran dan buah-buahan juga akan memberikan banyak keuntungan seperti melancarkan pencernaan karena kandungan serat di dalamnya sehingga berat badan kita dapat terkontrol dengan baik.

Selain itu dengan konsumsi sayuran dan buah berbagai jenis antioksidan di dalamnya dapat melancarkan metabolisme di dalam tubuh kita. Berdasarkan pengertian makanan sehat konsumsi sayuran dan buah dalam piramida makanan dianjurkan dikonsumsi secara bersamaan sesuai dengan porsinya dan bukan saling menggantikan. Akan tetapi dalam praktik sehari-hari anda bisa saja mengkonsumsi makanan ini secara bergantian satu sama lain.

Tidak ada batasan untuk jenis sayuran atau buah yang ingin anda konsumsi dalam piramida makanan sehat, namun untuk masalah porsi makanan kita dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran sebanyak 3-5 porsi dan buah-buahan sebanyak 2-3 porsi setiap harinya.

  • Baris ke-empat : sumber protein.

Anjuran pola makan yang ke-empat dalam piramida atau tumpeng makanan sehat adalah sumber protein bagi tubuh. Protein selain sebagai sumber energi merupakan komponen yang sangat penting karena berfungsi untuk pembentukan hormon, enzim dan bahan-bahan kimia di dalam tubuh serta sangat penting dalam regenerasi sel-sel yang mati di tubuh kita.

Tidak hanya itu rambut dan kuku merupakan beberapa bagian ditubuh kita yang dibentuk oleh sebagian besar protein loh! Protein bersama dengan karbohidrat dan lemak merupakan sumber utama energi bagi tubuh yang sering disebut dengan makronutrien. Akan tetapi berbeda dengan karbohidrat dan lemak yang bisa disimpan di dalam tubuh, protein adalah satu-satunya makronutrien yang kebutuhannya harus dipenuhi dari makanan karena tidak ada cadangannya.

Sumber protein dibagi menjadi 2 jenis yakni protein nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan) seperti tempe, kacang kedelai dan jenis kacang-kacangan lainnya. Jenis berikutnya adalah protein hewani yang bisa anda penuhi dari berbagai jenis daging dan ikan, susu, yoghurt dan telur. Berdasarkan pengertian makanan sehat dalam piramida makanan porsi yang dianjurkan untuk kedua jenis sumber protein ini sama banyak yakni 2-3 porsi setiap harinya.

  • Puncak piramida

Puncak piramida makanan sehat diisi oleh kebutuhan kita akan garam, gula dan minyak yang mendapatkan tempat kecil dan dianjurkan untuk digunakan secukupnya saja dalam penyajian makanan kita sehari-hari.

  • Alas piramida/tumpeng

Bentuk piramida makanan sehat dari waktu ke waktu terus diubah untuk membuat masyarakat makin mengerti akan pentingnya gaya hidup dan pola makan yang sehat bagi kehidupan. Piramida makanan sehat dengan gizi seimbang saat ini menambahkan tingkatan baru yakni pada dasar/alas dari piramida atau tumpeng makanan sehat terdapat penekanan 4 prinsip dari gaya hidup sehat yaitu membiasakan makan makanan beraneka ragam (berdasarkan anjuran pada baris pertama hingga baris ke-empat), pola hidup bersih dengan cuci tangan setiap ingin menyiapkan makanan, saat akan makan dan setiap selesai buang air besar (BAB), pola hidup aktif dan olahraga yang teratur serta pemantauan berat badan.

Demikianlah sejumlah anjuran makanan berdasarkan pengertian makanan sehat dalam piramida makanan yang saat ini digunakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat menjalani hidup sehat. Setiap jenis makanan yang sudah disebutkan di atas dapat dikonsumsi berdasarkan keinginan dan kemampuan masing-masing keluarga di tempatnya masing-masing. Seperti contoh jika anda memiliki hasil panenan berupa jagung maka jagung bisa digunakan sebagai sumber karbohidrat dan tidak perlu bergantung pada beras/nasi. Asalkan semua jenis makanan yang dibutuhkan tubuh yakni karbohidrat, sayuran dan buah, sumber protein terpenuhi maka anda sudah memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh anda. Semoga artikel ini berguna bagi pembaca sekalian

Insidious : Chapter 4

Insidious: Chapter 4 is an upcoming 2017 American supernatural horror film directed by Adam Robitel and written by Leigh Whannell. It is the fourth installment in the Insidious franchise. It is scheduled to be released on October 20, 2017 by Universal Pictures

Insidious: Chapter 4 Poster

Cast

  • Lin Shaye as Elise Rainier
  • Ava Kolker as Teenage Elise
  • Hana Hayes as Young Elise
  • Leigh Whannell as Steven “Specs”
  • Casey Lee Harris as Young Tucker
    Despite the seeming finality of her character’s fate in Insidious, Lin Shaye’s Elise Rainier has returned in both sequel and prequel alike, with her last appearance being in 2015’s Insidious: Chapter 3. Well it looks like Elise and the darkness she seeks to vanquish will be returning for a fourth round of battle, as Insidious: Chapter 4 has just been confirmed for 2017.

    No story details have been revealed, or any other cast members for that matter, but The Wrap confirms that the latest entry in the James Wan originated franchise will see the return of Shaye’s paranormal investigator. In addition to Lin Shaye’s participation, the release date of October 20, 2017 has been penciled in for Insidious: Chapter 4, with director Adam Robitel being named as the director, and series co-creator Leigh Whannell as the film’s writer. Robitel is probably best known for directing his previous horror effort, The Taking Of Deborah Logan, another supernatural story of possession.

    Despite the lack of official details involving Insidious: Chapter 4’s story, it’s to be assumed that the plot will be another bridge story between Elise’s emergence from retirement in Insidious: Chapter 3 and her death in Insidious. The former film’s cliffhanger shows her actions creating the feud between herself and the Lipstick-Face Demon that would eventually take her life at the end of Insidious. Of course, looking at the way Insidious: Chapter 2 handled Elise’s fate, this isn’t the only option, but merely the best one available.

    With Insidious: Chapter 2 setting up Elise as a useful spirit that could help former partners Specs and Tucker in their further investigations into “The Further” and all of its incursions into our world, there’s a possibility that Insidous: Chapter 4 could tell a story that’s set in the modern day. In fact, if the folks behind the successful franchise wanted to set a logical end point for Elise Rainer’s story, they could craft this most recent film into a swan song that ties up her story, leaving future installments able to deal with new ghosts and a completely fresh slate of new characters.

    Were we to put money on which option Universal and Blumhouse would be banking on, we’d peg Insidious: Chapter 4 as another prequel, as Lin Shaye is kind of the lynch-pin of the series. Without Elise, any future chapters of the Insidious saga would more than likely fail, as the story would feel disjointed from the rest of the series. If you want to sink the franchise that started in 2011 with strong word of mouth, and seems to have continued with a fairly strong reputation for miniature budgets and maximum earnings, that’s the way to do it.

    Insidious: Chapter 4 will possess theaters on October 20th, 2017.

Tween Wolverine! All about Logan’s Fierce Child Star Dafne Keen

5 things about Dafne Keen !

Step aside, Millie Bobby Brown — there’s a new badass child star in town.

Dafne Keen is causing a stir with her film debut as female Wolverine clone Laura Kinney (aka X-23) opposite Hugh Jackman in the latest Wolverine stand-alone spin-off Logan.

Just over four feet tall and incredibly dangerous, Laura comes under the guardianship of Jackman’s Logan while being hunted in the violent R-rated flick.

Here’s five things you should know about Keen before (and after) watching Logan this weekend:

1. It took an extensive casting call to find her

While casting the young actress to take on the role of Laura, Logan director James Mangold tasked U.K. casting director Priscilla John to find a 12-year-old girl with martial arts, tumbling and acrobatic skills.

After searching through England and Ireland and seeing more than 500 kids, John told Vanity Fair she was coming up short. When she broadened her search to include those living in Spain, one of her associates remembered Keen and asked Keen’s father, Will, to put the then 10-year-old acrobat and gymnast on tape.

“She’s looking all around her . . . and [in her eyes] you could see she was devouring everything in that room,” John said of the casting tape. “She had an innocence and a vulnerability, and I said to James, ‘People are going to fall in love with her.’”

Soon enough, Keen was sent to the States to screen test with Jackman—and the rest is history.

2. Acting is in her blood

Keen is the daughter of British actor Will Keen, whose credits include playing Michael Adeane on Netflix’s The Crown and Thomas Cranmer in Wolf Hall. He also appeared alongside Natalie Dormer in the BBC Drama The Scandalous Lady W.

Keen’s mother, Maria Fernández Ache, is a Spanish actress, writer and director. In 2015, she co-starred in the Brit gangster flick Anti-Social, which also featured Prince Harry’s girlfriend and Suits star Meghan Markle.

3. The bilingual actress was only 11-years-old while shooting

Growing up between the UK and Spain, Keen is fluent in both Spanish and English—a skill which helped her land the role of the pre-teen Latina mutant.

20th Century Fox

“She’s a remarkable kid,” Mangold said in an interview with Digital Spy. “It was a huge risk for Fox to allow me to make a movie where the third point of the triangle was built upon someone so young.”

4. She has only one other credit to her name

Keen’s impressive film debut comes with only one other credit to her name.

In 2014, Keen played Ana “Ani” Cruz Oliver alongside her father in the UK/Spain television series The Refugees, which ran for a single-eight episode season. The series centers on the story of the Cruz family after the arrival of a mysterious refugee with a mission that changes their lives.

5. A spin-off of Keen’s very own may be in the future

With the studio seemingly positioning Laura to take over Wolverine’s role and Mangold’s keen desire to work with Keen again, a spin-off centered on Laura looks like it could be a possibility down the road.

“I think Dafne is incredible in the film and I would love to see another film about that character and that’s certainly something I’d be involved in,” Mangold told We’ve Got This Covered while promoting Logan. “For me that was one of the big additions I brought to the table, this decision to try to make the film about family and to try to insert Laura.” 

Logan is in theaters now.

Our Times : Film Taiwan Romantis Bikin Baper

Film drama taiwan “Our Times” bercerita tentang kejadian di tahun 1994 yang lalu saat seorang gadis SMA yang bernama Lin Zhen Xin (Vivian Sung), dia mempunyai perasaan dengan cowok yang paling terkenal atau populer di sekolahnya yaitu Ouyang Fei Fan (Dino Lee).Suatu ketika Zhen Xin berharap agar bisa memberitahu cowok tersebut tentang perasaan suka padanya. Akan tetapi Zhen Xin mengetahui bahwa cowok tersebut sudah mempunyai pacar yang bernama Tao Min Min (Dewi Chien)

Setelah tau bahwa pujaan hatinya sudah mempunyai cewek, perasaan Zhen menjadi kacau, dan mempunyai rencaaan untuk dekat dengan sorang gengster di sekolahnya tersebut, yang bernama Xu Tsi Yu, Dia bemetahui bahwa sang gengster sebut juga mempunyai perasaaan dengan Tao Min Min. Dan dari situ lah mereka berdua saling membatu agar mendapatkan pujaaannya masing masing.

Ternyata Jaehyun Merupakan Bagian Dari 97 Squad Bersama Jungkook

Diketahui bersama, BTS baru saja merilis album terbaru mereka ‘You Never Walk Alone’.

Setiap member tentu berkesempatan untuk menulis ucapan terima kasih untuk orang-orang terdekatnya. Begitu pula Jungkook, dia menuliskan, “ Untuk 97-line temanku Yugyeom-ie, Dokyeom-ie, Minggyu, Bam-ie (BamBam), Myungho (The8), Jaehyun-ie, mari segera bertemu dan bersenang-senang”. Dalam ucapan tersebut Jaehyun NCT disebutkan seiring 97 line lainnya. Menjawab pertanyaan penggemar apakah Jaehyun masuk ke dalam squad yang sebelumnya berkolaborasi dalam KBS Gayo beberapa waktu lalu.

Yugyeom sendiri pernah mengatakan bahwa 97-line memiliki grup chat. Bagaimana tanggapan kalian melihat persahabatan mereka ini?

Lee Dong Wook Klarifikasi Mengenai Bagaimana Ia Mendapatkan Peran ‘Grim Reaper’

Setelah melakukan pemotretan dengan Arena Homme Plus, Lee Dong Wook duduk untuk wawancara dan melakuka. mengklarifikasi kesalahpahaman tentang proses yang membuat ia berperan menjadi ‘Grim Reaper’ dalam drama hits tvN ” Goblin .”

Dia menjelaskan, “Aku membaca sebuah artikel tentang bagaimana aku mendapatkan peran untuk drama ‘Goblin,’ dan aku merasa kesal menemukan beberapa bagian yang ditulis oleh artikel tersebut adalah salah. Memang benar bahwa aku menemui penulis Kim Eun Sook untuk peran ‘Grim Reaper’, tapi itu tidak benar bahwa dia memiliki aktor lain dalam pikirannya untuk peran tersebut. Setelah artikel itu keluar, dia menelepon ku dengan meminta maaf. Tapi kebenarannya adalah, aku pergi ke penulis Kim Eun Sook sebelum sinopsis itu keluar dan bahkan sebelum Gong Yoo ditetapkan berperan sebagai goblin. ”

“Pada saat itu, Aku juga menerima tawaran untuk peran utama dari drama lain, dan drama yang berakhir dengan baik, juga. Tapi bagiku, meskipun itu hanya dalam tahap pengembangan, Grim Reaper tampak seperti karakter yang sangat menarik. Alur cerita, fantasi genre, pengaturan goblin dan hidup dalam waktu yang lama bersama, bermain peran ganda, dan segala sesuatu yang berbeda dari drama besar lainnya, “tambahnya.

Mengenai Gong Yoo, Lee Dong Wook berkomentar, “Kami sudah dekat untuk sebelum drama dimulai. Kami bertugas di militer bersama-sama, tetapi berakting dalam drama yang sama, jadi aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan mendukung dia dengan baik, dan dia kemudian mengatakan kepadaku untuk berakting sesuka hatiku. Syuting drama itu menyenangkan, mungkin karena kita mulai dengan percakapan yang jujur. Semua anggota cast menikmati syuting, dan pada akhir drama, aku merasa seperti aku telah menghabiskan waktu yang benar-benar hebat dalam dunia yang diciptakan oleh ‘pencipta’ kami Kim Eun Sook. ”

Sementara itu, Lee Dong Wook adalah memilih proyek berikutnya dan mempersiapkan nya fan meet tur di Asia dan Indonesia telah dikonfirmasi akan menjadi salah satu negara yang dikunjungi oleh ‘Grim Reaper’ Ahjussi ini pada 20 Mei Mendatang!

Bagaimana menurut kalian?

‘Strong Woman Do Bong Soon’ Pecahkan Rekor Sendiri Dengan Raih Rating 8,3%!

 

Drama terbaru jTBC ‘Strong Woman Do Bong Soon’ mendapat respon positif dengan meningkatnya rating disetiap episode.

Baru tayang 4 Episode, Drama yang diperankan oleh Park Bo Young, Park Hyung Sik dan juga Ji Soo ini menyentuh rating 8,3%. Rating ini cukup tinggi mengingat jTBC adalah tv kabel.

Rating tertinggi diraih saat adegan dimana Bong Soon (Park Bo Young) dan Minhyuk (Park Hyung Sik) berhadapan dengan musuh yang berusaha untuk mencelakakan Minhyuk.

‘Strong Woman Do Bong Soon’ menceritakan tentang seorang wanita bernama Do Bong Soon (Park Bo Young) yang memiliki kekuatan layaknya Hercules, apapun yang ia sentuh dengan sedikit kekuatan akan hancur. Disisi lain, Ahn Min Hyuk (Park Hyung Shik) adalah love interest-nya yang merupakan seorang chaebol generasi keduanya dengan warisan yang melimpah. Kemudian ada pria bernama Gook Doo (Jisoo) polisi gagah yang dicintai oleh Do Bong Soon.

Siap menantikan episode selanjutnya dari ‘Strong Woman Do Bong Soon?

5 Film Terbaik Thailand

5. Friendship

Rilis: 3 Juli 2008
Sutradara: Chatchai Naksuriya
Genre: Drama Romantis
Pemeran:
– Mario Maurer, Singha
– Apinya Sakuljaroensuk, Mituna
– Chalermpon Thikumporn Teerawong, Song
– Jetrin Wattanasin, Adult Singha
– Shemm Madrid, Beautiful Lady
– Kanawat Chantaralawan, Jud Duang
Sinopsis:
Singha menerima telepon dari Jack, seorang teman dari sekolah. Jack ingin mengadakan sebuah reuni sekolah, dimana Singha akan bertemu kembali dengan teman – teman nya, termasuk Song, Kanda (Istri Song), Pong (Seorang DJ), Jack. Ketika seluruh bertemu kembali, Singha teringat kembali masa – masa menyenangkan saat di sekolah nya dulu. Sampai kemudian Singha memulai bercerita tentang kisah cinta pertama nya, yaitu Mituna.
Review dari saya:
Film ini digarap dengan latar yang sederhana. Jika disimak lebih mendalam lagi, film ini mengandung masa – masa cinta sewaktu remaja, yang dari awal nya suka menjelek – jelekan seseorang, tetapi akhirnya jatuh cinta.
Ini yang menurut saya drama romantis yang sederhana, tetapi sangat baik penggarapan nya. Sehingga film ini menjadi berkesan di mata penonton. Rekomendasi nih yang fans nya Mario Maurer.
4. The Billionaire
Rilis: 20 Oktober 2011
Sutradara: Songyos Sugmakanan
Genre: Drama
Pemeran:
– Pachara Chirathivat
– Somboonsuk Niyomsiri
– Walanlak Kumsuwun
Sinopsis:
Kisah dari Itthipat Kulapongvanich, pada usia sembilan belas tahun putus dari universitas untuk membuat rumput laut goreng yang sekarang dinamakan Tao Kae Noi, dan saat ini menjadi salah satu pemuda milyarder di Thailand.
Review dari saya:
Film The Billionaire memang bukan film yang menceritakan tentang romantisme. Film ini bisa menjadi panutan bagi penonton yang berminat di bidang bisnis. Film ini juga banyak mengandung unsur – unsur komedi yang sangat ‘ngena’, jadi membuat film ini tidak merasa bosan untuk di tonton berulang – ulang.
Akting Pachara juga membuat film ini berwarna, dan tentu nya ending di film ini yang membuat orang tidak mengira bahwa ia sukses mengolah hasil rumput laut goreng!
3. Suckseed

Rilis: 17 Maret 2011
Sutradara: Chanyanop Boonprakob
Genre: Drama / Komedi
Pemeran:
– Pachara Chirathivat, Koong & Kay (Kembar)
– Jirayu La-ongmanee, Ped
–  Nattasha Nauljam, Ern
– Thawat Pornrattanaprasert, Ex
Sinopsis:
Mengisahkan tentang Ped yang bersahabat dengan Koong sejak masih kecil. Koong mempunyai saudara kembar bernama Kay, Kay yang sangat populer di kalangan gadis – gadis SMA lantaran mahir bermain gitar. Koong tidak mau kalah, sehingga mengajak Ped dan Ex untuk membuat sebuah band rock. Namun sayangnya penampilan mereka hancur dan band itu dirasakan aneh bagi para murid di sekolah. Beruntung, keadaan berubah dengan munculnya gadis cantik bernama Ern.
Review dari saya:
Ini yang tadi saya ceritakan, Suck Seed adalah film pertama Thailand yang saya lihat. Suck Seed juga menampilkan beberapa band yang cukup terkenal dari Thailand, ini yang bisa dibilang bahwa Suck Seed full music.
 
Tetapi film ini mempunyai kekurangan nya yang menurut saya ini fatal, ending dari film ini tidak cukup menarik. Juga ada beberapa scene yang menurut saya membosankan, tapi saya yakin, Suck Seed bisa menjadi film yang harus di lihat bareng temen – temen.
2. Hello Stranger
Rilis: 19 Agustus 2010
Sutradara: Banjong Pisanthanakun
Genre: Drama Romantis
Pemeran:
– Chantavit Dhanasevi, Dang
– Nuengthida Sophon, Mei
Sinopsis:
Seorang pria muda Thailand dan seorang wanita Thailand yang bertemu secara kebetulan pada saat liburan di Korea Selatan. Mereka pun memutuskan untuk tur Korea bersama – sama sambil menjaga rahasia nama mereka dari satu sama lain. Film ini di film kan di Korea dan mencangkup berbagai lokasi yang telah muncul di drama Korean yang disiarkan di Thailand.
Review dari saya:
Ini adalah film favorit kedua saya mengenai film Thailand di genre drama romantis. Ini nih yang namanya film romantis, semua digambarkan dengan detail dari awal pertemuan hingga akhir walau di ending nya saya cukup tersentuh. Ini super “Sad Sad Sad Ending” ……
Karakter nya yang digarap dengan senyata mungkin, ini yang menjadikan kelebihan di film Hello Stranger. Kekurangan film ini cuman satu sih, MANA PART 2 NYA!!!!!!!
1. A Little Thing Called Love
Rilis: 12 Agustus 2010
Sutradara: Puttipong Pormsaka, Na-Samonnakorn dan Wasin Pokpong
Genre: Drama Romantis
Pemeran:
– Pimchanok Luevisadpaibul, Nam
– Mario Maurer, Shone
– Sudarat Budtporm, Guru Inn
– Tangi Namonto, Guru Pon
– Pijitra Siriwerapan, Guru Orn
– Acharanat Ariyaritwikol, Top
– Kachamat Pormsaka Na-Sakonnakorn, Pin
– Yanika Thongprayoon, Faye
Sinopsis:
Masihkah anda dapat mengingat masa dimana anda mulai tertarik dengan seseorang dan memulai jatuh cinta ? masa dimana anda akan melakukan berbagai hal untuk dapat menarik perhatian kepada seseorang yang anda sukai ?
Crazy Little Thing Called Love, seorang gadis berusia 14 tahun bernama Nam. Untuk pertama kali nya merasakan adanya getaran cinta dalam hati nya kepada salah satu kakak kelas di sekolah nya, bernama Shone. Masalahnya, Nam bukanlah satu – satu nya gadis di sekolah tersebut yang jatuh cinta terhadap Shone. Dengan wajah dan kepribadian yang biasa saja dan sering dipandang dengan bebek buruk rupa, mustahil untuk mendapatkan Shone. Dengan bantuan teman – teman nya dan sebuah buku yang berisi berbagai metode untuk mendapatkan isi hati Shone. Nam mulai melakukan berbagai perubahan pada diri nya, suatu perubahan yang secara perlahan tanpa disadari membuat diri nya menjadi seorang yang lebih baik dari sebelum nya.
Review dari saya:
Ada yang berani taruhan dengan saya ? coba cari di google tentang “Film Terbaik Thailand”, pasti saya yakin film ini termasuk pada bagian nya. Film ini yang buat saya lebih menyukai film Thailand dan tidak ingin memandang sebelah mata.
Film ini dirancang se-detail mungkin untuk membuat film ini berkesan di akhir nya. Jujur, waktu saya tanya ke teman – teman saya apa tanggapan nya tentang film ini, ya rata – rata pada nangis, termasuk saya. Tapi ya gak nangis tersedu – sedu gitu, cuman netesin air mata. Ini bukan cengeng sih, tapi terlalu menghayati film.
Di film ini saya tersentuh di scene yang saat Shone buka scrap book nya yang diakhir film, lagu yang mengiringi juga menyentuh, yaitu lagu Someday. Sampai – sampai saya hafal lagu ini dalam 1 hari.
Banyak yang tanya – tanya kapan film ini mempunyai sekuel ke 2 nya, saya kasih info nih. Kalau sekuel ke 2 nya belum digarap sama sekali, tapi ya semoga saja digarap. Sayang tuh, film sebagus ini dan banyak peminat nya cuman selesai dalam 1 sekuel, hehe.